Benar/SalahDari Dokter

Tidak Benar Wortel Dan Alpukat Dapat Merontokkan Lemak Pembuluh Darah

Seorang sahabat memposting tulisan bahwa wortel dan alpukat dapat merontokkan lemak. Celakanya dicantumkan nama saya seolah itu tulisan saya, dan saya memberi komentar kalau itu belum ada bukti ilmiahnya (evidence based).

Saya harus protes karena itu bukan tulisan saya. Buat saya pencantuman nama saya di situ saya anggap fatal, karena justru isi tulisan itu bertentangan dengan paham saya. Justru pada setiap kali seminar saya melarang masyarakat lekas percaya pada tawaran terapi ataucara alternatif yang belum jelas bukti ilmiahnya. Kalau begitu sikap saya, mana mungkin saya menurunkan tulisan yang malah saya tentang.

Masyarakat sekarang kelewat sering dan banyak dibodohi oleh postingan yang tidak jelas dasar ilmiahnya, tidak dapat dipertanggung jawabkan secara akal sehat medis. Semua pihak, bahkan yang bukan orang medis di kita begitu gampangnya menawarkan terapi atau healing, atau cara-cara yang tidak dikuasainya.

Di negara maju, orang yang bukan punya latar bnelakang medis, sekadar menganjurkan orang minum suatu obat saja ada hukumnya. Di sini siapa saja bebas bukan praktik, atau memberi anjuran yang bukan saja tidak masuk akal medis, malah membahayakan.

Wortel Dan Alpukat Dapat Merontokkan Lemak - person wearing lavatory gown with green stethoscope on neck using phone while standing
Wortel Dan Alpukat Dapat Merontokkan Lemak Tidak Benar- Photo by National Cancer Institute

Sekali lagi, dunia medis bukan anti terhadap semua yang bersifat non-medis alternatif. Kedokteran menerima terap maupun healing alternatif, sebagaimana dikelompokkan complementary alternative medicine. Namun tidak setiap apa saja yang berkategori alternatif bisa diterima pihak medis.

Masyarakat kita kurang skeptis dan lekas percaya pada yang sebetulnya bersifat pembodohan, kalau bukan menyesatkan. Kasihan kalau program TV masih menyiarkan pengobatan alternatif dan masyarakat terkecoh, bukan saja merugikan, melainkan mencelakakan.

Kasus kanker, misalnya, begitu banyak yang terlanjur terlambat ditangani dokter hanya karena ketika masih di stadium awal mampir-mampir dulu di orang pinter atau alternatif. Setelah sekian lama menghabiskan uang, dan kankernya tidak sembuh, malah bertambah parah dan baru mencari dokter.  Namun sayang oleh karena stadium kankernya sudah lanjut, sehingga dunia medis sudah angkat tangan. Bukankah ini menyesatkan.

Tidak ada cara yang sederhana dalam terapi. Dunia medis puluhan tahun untuk menemukan, dan menetapkan suatu bahan berkhasiat menjadi obat. Kalau ada cara yang begitu sederhana, sekadar daun, buah, atau hewan, diklaim dapat menyembuhkan ini-itu, betapa menyederhanakannya.

Hanya karena buah dewa, atau buah manggis, atau buah merah papua, atau sarang semut, mengandung antioksidan, maka diklaim bisa menyembuhkan penyakit apa saja.

Saya harus katakan, semakin suatu bahan berkhasiat mengaku bisa menyembuhkan penyakit apa saja, bahkan seribu satu penyakit, semakin besar bohongnya. Mengapa? Oleh karena setiap penyakit punya mekamismenya sendiri-sendiri. Darah tinggi berbeda mekanismenya dengan darah rendah.

Lalu bagaimana ada suatu zat berkhasiat atau cara yang bisa menyembuhkan darah tinggi, selain darah rendah. Kan tidak masuk akal medis. Apalagi bisa merontokkan tumpukan lemak pembuluh darah. Dunia medis belum menemukan bahan obat. Kalau pun sampai ada yang bisa berhasil tentu akan mendapat Hadiah Nobel. Buktinya kan tidak. Apalagi hanya sekadar wortel dan alpukat, manalah mungkin.

Salam sehat,

Dr HANDRAWAN NADESUL

Dr. Handrawan Nadesul

Adalah seorang dokter, penyair, dan penulis di Indonesia. Gemar menulis artikel, opini kesehatan, dan menjadi narasumber untuk media banyuasin bagi masalah-masalah kesehatan dan juga menulis puisi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button