Dari Dokter

Saraf Kejepit Dan Lutut Rusak

Saraf Kejepit Dan Lutut Rusak – DARI SEMINAR MAJALAH PUAN PERTIWI 22 DESEMBER 2014. Seminar kali ini terasa tergesa, dan peserta seminar kurang fokus barangkali lantaran ada lebih dari satu acara. Ada acara seremonial Dharma Wanita/PKK, ada acara sponsorhip, dan baru kemudian acara seminar kesehatan SEHAT ITU MURAH.

Buat saya terus terang kurang puas, karena bicara hanya satu jam untuk materi yang seharusnya paling sedikit perlu 3 jam, tentu agak mengecewakan. Baru tak lebih dari seperlima materi, waktu yang diberikan sudah habis.

Untung terhibur oleh suara Ratna Listy yang sempat menyanyikan lagu Bunda, dan Sakitnya Di Sini, seakan melarutkan rasa kecewa saya belum tuntas berbicara.

Ada peserta yang bertanya mengapa kalau mendadak nyeri pinggang, dan kalau baring tengkurap terasa lebih nyeri, keluh seorang Ibu sekira berumur 45 tahun.

Keluhan seperti itu khas untuk apa yang disebut saraf kejepit atau entrapment neuritis. Penyebabnya karena waktu mengangkat barang berat dilakukan sambil membungkuk.

Mestinya setiap kali angkat barang berat harus dengan posisi berjongkok. Dan Ibu ini mengakui kalau dia sebelumnya memang banyak mengangkat barang berat. Saran saya: tidur di alas yang keras barang 3-4 hari dengan posisi terlentang. Dilarang angkat barang berat, dan minum obat antiradang saraf golongan NSAID.

Saraf Kejepit Dan Lutut Rusak - white pasta on white paper
Saraf Kejepit Dan Lutut Rusak – Sehat Itu Murah – Photo by CHUTTERSNAP

Kalau lebih parah dari itu, bisa terjadi apa yang dikenal sebagai HNP (hernia nucleus pulposis). Sumsum saraf tulang belakang tertekan oleh bantalan antar ruas tulang belakang, sehingga gejalanya mendadak nyeri pinggang hebat.

Kalau saja masyarakat diberi tahu bagaimana cara yang benar mengangkat barang berat, maka tidak perlu ongkos berobat, karena bukan tak mungkin sampai memerlukan perawatan rumah sakit kalau terkena HNP.

Itulah yang saya maksudkan “sehat itu murah“, tidak perlu sampai saraf kejepit, atau sumsum tulang belakang terdesak (HNP), kalau tahu mencegahnya. Seminar saya SEHAT ITU MURAH memberikan tips-tips praktis bagaimana supaya kita tidak sampai jatuh sakit, bahkan hidup tetap sehat, dan terlebih ada peluang bisa merentang umur lebih panjang.

Termasuk bila masyarakat diberi tahu mencegah lutut tidak rusak akibat salah digunakan. Masih jogging, lompat, lari, padahal usia sudah uzur. Lebih separuh masyarakat kita lututnya sudah bermasalah pada umur paruh baya hanya lantaran tidak diberi tahu bagaimana memperlakukan lutut sejak kecil. Ongkos reparasi lutut yang telanjur rusak bisa Rp ratusan juta.

Salam sehat,

Dr HANDRAWAN NADESUL

Dr. Handrawan Nadesul

Adalah seorang dokter, penyair, dan penulis di Indonesia. Gemar menulis artikel, opini kesehatan, dan menjadi narasumber untuk media banyuasin bagi masalah-masalah kesehatan dan juga menulis puisi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button