Benar/SalahDari Dokter

Kacang Tidak Mengandung Kolesterol

Dr HANDRAWAN NADESUL – Sering salah kaprah antara lemak jenuh dengan kolesterol. Tidak semua yang tergolong lemak dan minyak berarti kolesterol. Namun acap kita mendengar, jangan makan durian, nanti kolesterol. Atau jangan sering makan gado-gado nanti kolesterol.

Hampir setiap yang berhubungan dengan lemak, minyak, gorengan, kolesterol jadi kambing hitam. Lalu di mana kelirunya?

Dalam suatu bahan yang mengandung lemak ada gugus lemak jenuh, lemak tidak jenuh, selain kolesterol. Baik lemak jenuh maupun kolesterol sama-sama jahatnya bagi tubuh kalau dikonsumsi berlebihan. Namun tubuh tetap membutuhkan kolesterol untuk membuat hormon, pelapis dinding sel, dan kebutuhan lain. Tubuh sendiri memproduksi kolesterol.

Dalam bahan yang mengandung lemak sendiri, selain terkandung kolesterol, bisa juga mengandung lemak jenuh. Sebut saja daging sapi, kambing, kerbau, ayam, atau babi. Selain mengandung kolesterol, terkandung pula lemak jenuh. Semua bahan berlemak dan sumber hewani umumnya mengandung kolesterol selain lemak jenuh.Yang terbesar kandungan kolesterolnya terdapat dalam organ otak, selain jeroan.

Kolestrerol - brown and black oval fruits
Kacang Tidak Mengandung Kolesterol – Sehat Itu Murah – Photo by Marina Leonova on Pexels.com

Kolesterol tidak ditemukan dalam bahan nabati, termasuk dalam kacang-kacangan. Yang ada dalam bahan nabati ialah lemak jenuh, dan lemak tidak jenuh. Barang tentu lemak jenuh tidak lebih menyehatkan dibanding lemak tidak jenuh. Durian, alpokat, minyak jagung, minyak bunga matahari, mengandung minyak tidak jenuh, yang berarti lebih menyehatkan ketimbang minyak jenuh dalam minyak goreng, minyak trans (untuk biskuit, penganan), minyak kelapa, gajih, atau cream, dan susu.

Minyak ikan, minyak zaitun (olive oil) tergolong minyak tak jenuh yang menyehatkan. Namun dalam takaran yang berlebihan, sekalipun lemak tidak jenuh, tidak dianjurkan, karena ujungnya menjadi tidak menyehatkan juga.

Selain dalam organ otak, dan jeroan, kolesterol juga lebih besar kandungannya dalam udang, cumi, kepiting, dan kuning telur.

Lalu apakah itu berarti kita tidak boleh mengonsumsi lemak, jeroan, udang, kepiting, cumi, dan telur?

Apa yang ada di muka bumi dan boleh dikonsumsi, itu yang akan saling melengkapi kebutuhan nutrisi tubuh. Setiap hari tubuh kita membutuhkan sekitar 45 nutrient. Dan itu baru diperoleh kalau menu harian kita serba lengkap. Tak cukup diperoleh dari satu macam sayur mayur, buah, ikan, dan daging semata. Perlu lebih beraneka ragam bahan makanan menjadi menu harian. Makin beragam bahan makanan yang kita olah menjadi menu, makin beragam aneka sayur mayur dan buah, makin paripurna nutrisi yang diterima tubuh.

Artinya silakan mengonsumsi lemak, bahkan sekalipun berkolesterol dan atau berlemak jenuh, asal porsinya tidak berlebihan, karena tubuh tetap membutuhaknnya. Telur tergolong sumber protein terlengkap ragam asam aminonya, maka jangan takut mengonsumsi telur.

Soal konsumsi lemak, hendaknya lemak tidak jenuh yang porsinya lebih banyak ketimbang lemak jenuhnya. Kita mengonsumsi udang dan cumi juga tidak bakal sampai sekilo sekali makan. Kita makan jeroan dan soto juga tidak setiap hari. Hanya mereka yang berisiko lipid (lemak darah) tinggi yang perlu lebih waspada terhadap menu berlemak, dengan catatan tetap dikontrol dengan minum obat antilipid. Yang tidak punya risiko lemak dalam darah tinggi atau hyperlipidemia, silakan lebih bebas mengonsumsi lemak.

Yang sering terjadi, minyak zaitun yang harganya lebih tinggi dari minyak biasa, dipanaskan melebihi titik didih sehingga lemak tak jenuh yang menyehatkan itu berubah sifat menjadi lemak jenuh. Itu sebab olive oil sebaiknya digunakan mentah untuk salad, atau kalaupun untuk menggoreng, dipanaskan seperlunya.

Masalahnya godaan menu berlemak demikian memikat lidah kita, karena semua yang berlemak itu yang bikin rasa gurih.

Salam sehat,

Dr HANDRAWAN NADESUL

Dr. Handrawan Nadesul

Adalah seorang dokter, penyair, dan penulis di Indonesia. Gemar menulis artikel, opini kesehatan, dan menjadi narasumber untuk media banyuasin bagi masalah-masalah kesehatan dan juga menulis puisi.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button